BincangSyariah.Com – Sehabis shalat, kita disunahkan untuk memperbanyak zikir. Bahkan, sebagian ulama berpandangan bahwa orag yang tidak pernah berzikir adalah seorang pribadi yang sangat sombong.

Berikut ini, adalah amalan sehabis shalat yang baik dan penting untuk dibaca. Amalan ini disusun oleh ulama besar Mekkah, Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, dalam kitabnya Syawariq al-Anwar. Kitab ini merupakan kumpulan zikir yang dikompilaskan oleh beliau. Berikut apa saja amalan sehabis shalat yang baik untuk dibaca,

Pertama, kalimat tahlil

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحي ويميت وهو على كلّ شيء قدير. اللهم لا مانع لما أعطيت ولا معطي لما منعت ولا ينفع ذا الجد منكَ الجدُّ

Laa Ilaaha Illa Allah Wahdahu Laa Syariika Lah, Lahu al-Mulku wa Lahu al-Hamdu Yuhyii wa Yumiitu wa Huwa ‘ala Kulli Syai’in Qadiir

Tiada Tuhan Selain Allah, Tiada Sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan. Dan milik-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tiada yang bisa mencegah terhadap apa yang Engkau sudah berikan, Tiada yang bisa memberi

Kedua, ayat kursi, surah al-Baqarah [2]: 255,

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَكُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Ketiga, surah at-Taubah [9]: 128-129

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ – 128 – فَإِن تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ – 129

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (128) Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung” (129)

Keempat, Tasbih, Tahmid, Takbir (masing-masing 33 kali) dan ditutup dengan Tahlil

سبحان الله – ٣٣ مرّة

الحمد لله – ٣٣ مرّة

الله أكبر – ٣٣ مرّة

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحي ويميت وهو على كلّ شيء قدير

Kelima, membaca Hasbunallahi wa Ni’ma al-Wakiil (surah Ali ‘Imran [3]: 172) (20 – 100 kali),

حسبنا الله ونعم الوكيل

“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.

Keenam, membaca istighfar (20 – 100 kali)

أستغفر الله العظيْمَ

Aku memohon ampun kepada Allah, Yang Maha Agung

Ketujuh, membaca Laa Ilaaha Illa Allah al-Maliku al-Haqqu al-Mubiin (20-100 kali)

لا إله إلله الملك الحق المبين

Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Berkuasa, Yang Haq, lagi Maha Nyata (Kekuasaannya)

Kedelapan, membaca shalawat

Kesembilan , membaca istighfar “Astaghfirullah al-‘Azhiim Alladzii Laa Ilaaha Illa Huwa al-Hayyu al-Qayyum wa Atuubu Ilaih” (membaca 3 kali)

أستغفر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحيّ القيّوم وأتوب إليه

Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, Tiada Tuhan Selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berkuasa dan Aku bertaubat kepada-Nya.

Diolah dari kitab Syawariq al-Anwar karya Sayyid Muhammad bin ‘Alwi al-Maliki al-Hasani