Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Azkar, menurut Imam Nawawi bahwa doa-doa yang dipanjatkan setiap membasuh anggota wudhu bukan berasal dari Nabi Muhammad tetapi dari ulama salaf. Imam Nawawi berkata,

وقد قال الفقهاء: يستحب فيه دعوات جاءت عن السلف، وزادوا ونقصوا فيها

Artinya; “Para ulama fikih menga takan, disunnahkan membaca doa pada tiap-tiap anggota wudhu berdasar kan perkataan ulama salaf, mereka pun menambahkan dan mengurangi bacaan doa tersebut.”

Doa, doa tersebut meskipun tidak berasal dari Rasulullah, tapi intisari yang dipanjatkan saat berdoa sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah. Seperti salah doa yang diucapkan ketika hendak berkumur berikut ini;

اللَّهُمَّ اسْقِنِي مِنْ حَوْضِي نَبِيِّكَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا

Allaahummas qinii min hawdhi nabiyyika ka’san laa athmau ba’dahu abadan.

Artinya; “Ya Allah, berikanlah aku minum dari danau Nabi-Mu, yang d ngan segelas darinya aku tidak akan haus untuk selamanya.”

Dalam salah satu sabdanya, Rasul mengatakan bahwa siapa saja yang meminum ari dari danau di surga tersebut maka ia tidak akan pernah merasa kehausan. Sehingga disunnahkan bagi kita untuk berdoa memohon keutamaan tersebut di surga.