Mutia Nugraheni

| 7 Agustus 2019 16:06

Dream – Semester awal di sekolah, masih banyak anak-anak yang melakukan adaptasi pada suasana belajar yang baru. Terutama pada anak-anak yang baru masuk SD, SMP atau SMA.

Beban pelajaran pasti akan bertambah, semakin sulit. Salah satu ikhtiar untuk membuat buah hati lebih bisa memahami pelajaran adalah dengan mengajarkannya doa khusus.

Doa ini, seperti dikutip dari NU Online , diambil dari Kitab Perukunan Melayu Besar. Isi kitab ini diambil setengahnya dari karya Syekh Muhammad Arsyad Banjar.

Dream – Tak ada hal yang paling dari diharapkan kita sebagai orangtua adalah keselamatan anak-anak dalam segala hal. Selamat dalam perjalanan, pendidikan, mengejar cita-cita dan dalam banyak tahap kehidupannya.

Bukan hanya selamat di dunia, tapi juga di akhirat. Dikumpulkan lagi sebagai keluarga oleh Allah SWT di surga dan selamat dari api neraka. Salah satu mewujudkan harapan tersebut adalah memohon dan memanjatkan doa terus-menerus.

Ada doa khusus yang penting dibaca para orangtua untuk keselamatan anak-anak, bahkan keturunan hingga cucunya kelak.

Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca sebelum memulai hari. Tepatnya sebelum salat subuh. Berikut doanya:

Allāhumma bi hurmatin nabiyyi, wal Hasan, wa akhīh, wa ummih, wa abīh, wa najjinī minal ghammil lazī fīh, yā Hayyu, yā Qayyūmu, yā dzal jalāli wal ikrām. Wa as’aluka an tuhyiya qalbī bi nūri ma‘rifatika abadan, abadan. Yā rasulallāh, ya Allah (3 kali), bi rahmatika yā arhamar rāhimīn, walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.

Artinya, “Ya Allah, demi kehormatan Nabi Muhammad SAW, Hasan, saudaranya, ibunya, dan bapaknya, selamakanlah aku dari kebingungan yang ada di dalamnya. Wahai Zat yang hidup, wahai Zat yang maha tegak, wahai Zat yang maha besar dan mulia, aku memohon kepada-Mu agar menghidupkan hatiku dengan cahaya makrifat-Mu selamanya, wahai Rasulullah, ya Allah (3 kali), dengan rahmat-Mu, wahai Zat yang maha pengasih. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam,”.

Baca selengkapanya di NU Online.

Dream – Inspirasi memberikan nama bisa datang dari mana saja. Beberapa orangtua tak menyadari kalau nama yang diberikan bisa saja memiliki arti yang kurang baik. Padahal seperti kita tahu adalah nama bukan sekadar panggilan.

Nama adalah doa-doa terbaik yang dipilihkan orangtua untuk anak-anaknya. Jika ada seorang anak kerap sakit atau tertimpa kesialan, banyak yang menyarankan untuk mengganti nama.

Dikutip dari Bincang Syariah , kejadian tersebut pernah terjadi pada masa Nabi. Ketika itu beliau menjumpai seorang sahabat yang memiliki nama Hazn yang berarti sedih. Kemudian Rasul menawarkan agar diubah menjadi Sahl yang maknanya kemudahan.

Namun sahabat tersebut enggan mengganti namanya karena nama itu merupakan pemberian dari bapaknya. Setelah itu, sahabat tersebut selalu merasa bahwa hidupnya berat dan sedih.

Kisah tersebut tercatat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut ini

Dari Sa’id bin Musayyab, dari bapaknya, dari kakeknya berkata, Rasulullah bertanya kepadaku, “Siapa namamu?” Dan kakek Sa’id pun menjawab, ”Namaku Hazn.” Rasulullah pun berkata, “Tetapi kamu adalah Sahl.” Lalu kakek Sa’id berkata, “Aku tidak akan mengubah nama yang telah diberikan oleh bapakku.” Lantas Ibnu Al-Musayyab berkata , “Setelah itu kesusahan selalu menimpa kami.” (HR. Bukhari)

Berdasarkan hadis di atas mengubah nama anak karena selalu ditimpa kesusahan diperbolehkan. Ibnu Baththal dalam Syarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa perintah untuk memperbagus nama dan mengubah nama yang lebih baik bukan suatu hal yang wajib, tapi hal itu dianjurkan.

Sebab dalam Islam, nama merupakan doa. Untuk itu, orangtua dianjurkan memilihkan nama yang memiliki arti yang baik dan indah. Tentunya nama tersebut menjadi doa bagi sang anak di sepanjang hidupnya.

Nama-nama yang baik serta indah tersebut dapat diambil dari sifat-sifat Allah atau asmaul husna dan dapat juga diambil dari nama-nama Nabi dan Rasul.

Selengkapnya baca di sini.