Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia sudah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah atau 2019 ini jatuh pada Minggu, 11 Agustus 2019. Jika dalam tanggalan Islam, tanggal ini jatuh pada 10 Dzulhijah.

Hari Raya Idul Adha ini juga sering disebut dengan Lebaran Haji. Karena pada saat ini, seluruh jemaah haji melaksanakan puncak ibadah haji di Tanah Suci.

Lalu, bagaimana dengan umat Muslim lainnya yang tidak berhaji? Mereka pun dianjurkan untuk melaksanakan ibadah lainnya. Salah satunya adalah puasa.

Ada amalan puasa sunah yang dianjurkan dilakukan oleh umat Islam saat Dzulhijah. Puasa sunah tersebut ada tiga jenis, yakni puasa 1-7 Dzulhijah, puasa tarwiyah, dan puasa arafah.

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya…" dikutip HR Abu Daud nomor 2437.

Ketiga jenis puasa sunah yang dianjurkan memiliki keutamaan dan niat yang berbeda. Berikut niat dan keutamaan puasa sunah yang dilakukan saat bulan Dzulhijah jelang Idul Adha :

Puasa 1-7 Dzulhijah

Amalan puasa sunah pertama adalah saat tanggal 1-7 Dzulhijah. Puasa ini dikerjakan dari tanggal 1 hingga 7 Dzulhijah.

Puasa sunah ini merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dikerjakan umat Islam saat 10 hari pertama bulan Dzulhijah.

Adapun niat saat puasa 1-7 Dzulhijah yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala

Artinya:

"Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijah karena Allah Ta’ala"

Puasa Tarwiyah

Amalan puasa sunah kedua adalah tarwiyah. Puasa sunah tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijah atau dua hari sebelum hari raya Idul Adha 10 Dzulhijah.

Keutamaan puasa tarwiyah adalah dapat menghapuskan dosa satu tahun bagi siapa pun yang melakukannya.

Adapun niat saat puasa tarwiyah yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya:

"Saya niat puasa sunah tarwiyah karena Allah Ta'ala"

Puasa Arafah

Amalan puasa sunah yang ketiga adalah puasa arafah. Puasa arafah ini merupakan salah satu puasa sunah yang sangat dianjurkan, khususnya bagi umat muslim yang tidak beribadah haji.

Puasa arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Oleh karena itu, para ulama memasukkan puasa arafah ke dalam puasa sunah yang sangat dianjurkan atau muakkad.

"Puasa hari arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu," dikutip HR Muslim.

Adapun niat puasa Arafah yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya:

"Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala”

( Desti Gusrina )

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: