Liputan6.com, Jakarta – Jemaah haji sudah mulai berdatangan ke Makkah. Sesampainya di kota suci tersebut, calon jemaah haji langsung mendatangi Kakbah untuk menunaikan salat dan berdoa.

Saat sedang berada di Baitullah , hal yang tak asing untuk didatangi oleh calon haji adalah Maqam Ibrahim.

Maqam Ibrahim merupakan bangunan yang mencakup batuan lebar yang terletak kurang lebih 20 hasta di sebelah timur Kakbah.

Banyak dari masyarakat yang salah mengira kalau Maqam Ibrahim adalah makam Ibrahim. Sebenarnya Maqam Ibrahim adalah bukam makam Nabi Ibrahim melainkan di dalam bangunan kecil ini terdapat sebuah batu yang diturunkan oleh Allah dari Surga bersamaan dengan batu-batu kecil lainnya yang terdapat di Hajar Aswad.

Maqam Ibrahim juga disebut dalam Alquran Surah Ali Imran.

"Adanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS Ali Imran : 97)

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Alquran bahwa saat berada di Maqam Ibrahim maka dianjurkan untuk melaksanakan salat.

"Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat Shalat" (QS AlBaqarah: 125)

Dilansir dari buku Sejarah Haji & Manasik karya Halimi Zuhdy bahwa saat calon haji sedang berada di Maqam Ibrahim, setelah salat maka dianjurkan untuk membaca doa seperti berikut.

Allaahumma innaka ta’lamu sirrii wa’alaaniyatii faqbal ma’dziratii wata’lamu haajatii fa’thinii su’lii wata’lamu maa fii nafsii faghfirlii dzunuubii. Allaahumma innii as-aluka iimaanan daa-iman yubaasyiru qalbii wayaqiinan shaadiqan hattaa a’lama annahu laa yushiibunii illaa maa katabta lii waradhdhinii bimaa qasamtahu lii yaa arhamar raahimiin. Anta waliyyii fid-dunyaa wal-aakhirati tawaffanii musliman wa-alhiqnii bish-shaalihiina. Allaahumma laa tada’ lanaa fii maqaaminaa haadzaa dzanban illaa ghafartahu walaa hamman illaa farrajtahu walaa haajatan illaa qadhaitahaa wayassartahaa fayassir umuuranaa wasyrah shuduuranaa wanawwir quluubanaa wakhtim bish-shaalihaati a’maalanaa. Allaahumma tawaffanaa muslimiina wa-ahyinaa muslimiina wa-alhiqnaa bish-shaalihiina ghaira khazaayaa walaa maftuuniin.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha Mengetahui rahasiaku yang tersembunyi dan amal perbuatanku yang nyata, maka terimalah ratapanku. Engkau Maha Mengetahui keperluanku, kabulkanlah permohonanku. Engkau Maha mengetahui apapun yang terkandung dalam hatiku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah, aku ini mohon pada-Mu iman yang tetap yang melekat terus di hati, keyakinan yang sungguh-sungguh saku dapat mengetahui bahwa tiada suatu yang menimpa daku selain dari yang Engkau tetapkan bagiku. Jadikanlah aku relah terhadap apapun yang Engkau bagikan padaku. Wahai Tuhan yang Maha pengasih dari segala yang pengasih. Engkau adalah pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah kami ke dalam orang-orang yang saleh. Ya Allah, janganlah Engkau biarkan di tempat kami ini suatu dosa pun kecuali Engkau ampunkan, tiada suatu kesusahan hati, kecuali Engkau lapangkan, tiada suatu hajat keperluan kecuali Engkau penuhi dan mudahkan, maka mudahkanlah segenar urusan kami dan lapangkanlah dada kami, terangilah hati kami dan sudahilah semua amal perbuatan kami dengan amal yang shaleh. Ya Allah, matikanlah kami dalam keadaan muslim, hidupkanlah kami dalam keadaan muslim, dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang shaleh tanpa kenistaan dan fitnah.”

Reporter : Nabila Bilqis