Dalam ajaran Islam, mendoakan sesama muslim yang sudah meninggal menjadi hal yang wajib dilakukan. Baik itu saudara, kerabat dekat, tetangga, atau bahkan orang yang tak dikenal, sebagai sesama muslim wajib mengirim doa kepada jenazah.

Jika berkesempatan hadir di rumah duka atau prosesi pemakaman, sangat dianjurkan untuk ikut menyalatkan jenazah. Namun jika berhalangan hadir akibat jarak atau kepentingan lain, salat gaib menjadi solusi agar tetap bisa mendoakan jenazah.

Memiliki keutamaan yang sama dengan salat jenazah, yuk simak tata cara melaksanakan salat gaib.

1. Perbedaan salat jenazah dengan salat gaib

Salat jenazah dan salat gaib pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengirimkan doa pada orang yang sudah meninggal.

Bedanya, salat jenazah dilakukan di hadapan jenazah secara langsung. Sementara salat gaib dilaksanakan tanpa adanya jenazah. Keduanya sama-sama dikerjakan secara berjamaah.

2. Bacaan niat salat gaib

Bacaan niat salat gaib terbagi menjadi dua, yaitu sebagai imam atau makmum. Pada lafal juga terdapat sedikit perbedaan antara jenazah laki-laki dan perempuan. Berikut bacaan lengkapnya:

• Niat salat gaib sebagai imam

Ushalli alal mayyiti ( mayyitati untuk jenazah perempuan) – sebutkan nama jenazah – alghooibi arba'a takbiroti fardhol kifaayati imaaman lillahi ta'ala

Artinya: “Saya berniat salat gaib atas jenazah (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi imam karena Allah taala.”

• Niat salat gaib sebagai makmum

Ushalli alal mayyiti ( mayyitati untuk jenazah perempuan) – sebutkan nama jenazah – alghooibi arba'a takbiroti fardhol kifaayati ma'muuman lillahi ta'ala

Artinya: “Saya berniat salat gaib atas jenazah (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi makmum karena Allah taala.”

3. Tata cara melaksanakan salat gaib

Tata cara pelaksanaan salat gaib berbeda dengan salat wajib lima waktu. Berikut tahapan pelaksanaannya:

1. Membaca niat

2. Membaca takbir

3. Membaca surat Al Fatihah

4. Membaca takbir kedua

5. Membaca salawat dengan lafal sebagai berikut:

" Allohumma sholli alaa sayyidinaa muhammad wa alaa ali sayyidinaa muhammad, kama sholaita alaa sayyidina ibrohim wa alaa sayyidina ibrohim, wa barik alaa sayyidinaa muhammad wa alaa ali sayyidina muhammad, kama barakta alaa sayyidina ibrohim wa alaa ali sayyidina ibrohim, fil alaaminaa innaka hamiidum majiid"

6. Membaca takbir ketiga

7. Membaca doa untuk jenazah dengan lafal sebagai berikut:

• Doa untuk jenazah laki-laki

"Allaahummaghfir la-hu warham-hu wa'afi-hi wa'fu ‘an-hu, wa akrim nuzuula-hu, wawassi' madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-I wats tsalji wal-baradi, wanaqqi-hi minal khathayaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyad-hu minal danasi, wa abdil-hu daaran khairan min daari-hi, wa ahlan khairan min ahli-hi, wa zaujan khairan min zau-ji-hi, waqi-hi fitnatal qabri wa'adzaban naari."

• Doa untuk jenazah perempuan

"Allahummaghfirla-haa warham-haa wa'afi-haa wa'fu ‘an-haa, wa akrim nuzuula-haa, wawassi' madkhola-haa, waghsil-haa bil maa-I wats tsalji wal-baradi, wanaqqi-haa minal khathayaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyad-haa minal danasi, wa abdil-haa daaran khairan min daari-haa, wa ahlan khairan min ahli-haa, wa zaujan khairan min zau-ji-haa, waqi-haa fitnatal qabri wa'adzaban naari.”

Kedua doa tersebut memiliki arti yang sama, yaitu:

Artinya: “Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya di dunia, berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.”

8. Membaca takbir keempat

9. Membaca doa penutup dengan lafal sebagai berikut:

"Allahumma laa tahrimnaa ajro-hu (ajro-ha untuk jenazah perempuan) walaa taftinaa ba'da-hu (ba’da-ha untuk jenazah perempuan) waghfi lanaa wa la-hu(wa la-ha untuk jenazah perempuan) wa li ikhwanina (wa li akhwatina untuk jenazah perempuan) ladzina sabaqquuna bil imaani wa la taj'al fi quluubina gilal liladzina amanuu robbana innaka rouufur rohiim."

10. Mengucapkan salam

Itu dia bacaan niat, doa, dan tata cara melaksanakan salat gaib. Salat ini bisa menjadi solusi jika kamu berhalangan melayat jenazah saudara atau kerabat. Bisa juga dilaksanakan untuk mengirim doa bagi sesama muslim yang kamu kehendaki.