Dua puasa sunah ini dapat menghapus dosa.

Dream – Puasa sunah tarwiyah dan arafah sangat dianjurkan dijalani di bulan Dzulhijah seperti saat ini. Selama bulan haji ini, umat Islam memang disarankan memperbanyak amalan sholeh.

Di antara awal Duzlhijab terdapat dua tanggal paling utama yaitu 8 dan 9 Dzulhijjah. Secara khusus, dua hari ini tiba umat Islam dianjurkan menjalankan puasa sunah.

Tanggal 8 Dzulhijjah disebut sebagai hari Tarwiyah. Di hari tersebut, sebagian umat Islam tengah mempersiapkan diri menjalani puncak haji.

Sedangkan tanggal 9 Dzulhijjah dikenal dengan hari Arafah. Hari tersebut merupakan saat bagi para jemaah haji menjalani puncak ibadah dengan wukuf di padang Arafah.

Dikutip dari NU Online , mungkin dua hari tersebut sangat dekat dengan jemaah haji. Meski demikian, umat Islam yang tidak berhaji juga dapat meraih keutamaannya dengan menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah.

2 dari 7 halaman

Syariat Puasa Arafah

Syariat mengenai puasa Arafah terdapat dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Qatadah RA.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas."

Hadis ini menjelaskan begitu utamanya puasa sunah Arafah. Dosa yang diperbuat selama dua tahun sebelumnya terhapus dengan puasa sunah ini.

Sedangkan puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, disebutkan disandarkan pada hadis yang menjelaskan puasa ini menghapuskan dosa satu tahun. Kedudukan hadis ini merupakan dloif atau lemah, namun para ulama membolehkan hadis tersebut diamalkan dalam kerangka fadha'ilul a'mal (untuk mendapatkan keutamaan) dan selama tidak berkaitan dengan masalah akidah dan hukum

3 dari 7 halaman

Keutamaan Hari-hari Awal Dzulhijjah

Sementara, terdapat hadis yang menyebut hari-hari awal Dzulhijjah adalah saat yang mulia dan sangat dianjurkan diisi dengan amalan sholeh. Bahkan pahalanya jauh lebih baik dari jihad.

Hadis tersebut yaitu diriwayatkan Imam Bukhari.

" Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid)."

4 dari 7 halaman

Niat Puasa Sunah Tarwiyah

Nawaitu shauma al tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya,

" Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah ta’ala."

5 dari 7 halaman

Niat Puasa Sunah Arafah

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya,

" Saya niat puasa Arafah, karena Allah ta’ala."

6 dari 7 halaman

Keutamaan di Balik Puasa Sunah Awal Dzulhijjah

Dream – Awal Dzulhijjah merupakan waktu istimewa bagi umat Islam . Cukup banyak riwayat yang menjelaskan mengenai keistimewaan tersebut.

Mungkin, banyak orang yang menganggap keistimewaan Dzulhijjah hanya bisa diraih oleh mereka yang melaksanakan haji . Padahal, sejatinya setiap Muslim bisa mendapatkannya.

Keistimewaan awal Dzulhijjah disebutkan dalam beberapa hadis Rasulullah Muhammad SAW. Contohnya dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Ibnu Abbas RA.

Rasulullah SAW bersabda, " Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini." Hadis ini menunjukkan keistimewaan awal Dzulhijjah. Hal itu bisa diraih dengan memberbanyak ibadah.

Dikutip dari Bincang Syariah , para ulama sangat mengajurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa sunah mengisi awal Dzulhijjah. Meski disebutkan ada sepuluh hari, sebenarnya hanya berlaku untuk sembilan hari karena 10 Dzulhijjah justru diharamkan puasa.

7 dari 7 halaman

Meraih Keutamaan Awal Dzulhijjah

Disebutkan dalam kitab Durratun Nashihin , mereka yang memuliakan awal Dzulhijjah dengan puasa akan mendapatkan sepuluh keutamaan dari Allah SWT.

Berikut keutamaan tersebut:

1. Keberkahan dalam umur.

2. Tambahan harta.

3. Dosa-dosa dihapus.

4. Kebaikan dilipatgandakan.

5. Mudah dalam menghadapi sakaratul maut.

6. Kuburan bercahaya.

7. Amal timbangan berat nanti di hari kiamat.

8. Selamat dari siksa neraka.

9. Keluarganya dilindungi.

10. Ditempatkan di surga yang tinggi.

Sumber: bincangsyariah.com