Ketika mengawali usaha atau bisnis yang akan kita geluti, Rasulullah mengajarkan kita agar selalu berdoa agar usaha yang dimulai berjalan dengan lancar, sukses dan berkah serta terhindar dari kerugian dan kesulitan yang menghambat berkembangnya usaha.

Dari Syaddad bin Aus, Rasulullah Saw mengajarkan kata-kata yang hendaknyta dibaca setiap selesai shalat. Kemudian beliau melantunkan doa berikut

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيْمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Allahumma innii as-aluka tsabaata fil amri, wal ‘aziimata ‘alar rusydi, wa as-aluka syukra ni’matik, wa as-aluka husna ‘ibaadatik, wa as-aluka qalban saliiman, wa as-aluka lisaanan shaadiqan, wa astaghfiruka lima ta’lamu innaka anta ‘allamul ghuyuub

Artinya; Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ketegaran dalam menghadapi permasalahan dan memohon agar Engkau berkenan memberikan petunjuk, aku memohon kepada-Mu agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu, aku memohon kepada-Mu agar giat beribadah kepada-Mu, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui, aku memohon kepada-Mu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui, karena hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang gaib . (HR. Tirmizi, Nasa’i dan Ahmad)