PortalMadura.Com – Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa wanita adalah perhiasan dunia. Maka sebaik-baiknya perhiasan perlu dirawat dan dijaga agar kualitasnya tetap bagus.

Istilah ini mengisyaratkan kalau seorang laki-laki harus bisa menjaga perhiasan itu agar ia tetap berparas cantik sesuai keinginannya. Sayangnya, masih banyak kejadian di mana suami merasa wanita lain lebih cantik daripada istrinya sendiri.

Bahkan bisa dikatakan, hal ini sudah menjadi masalah yang umum terjadi dalam sebuah keluarga. Tahukah Anda, ternyata masalah ini tidak hanya muncul di era modern saja. Sejak beberapa abad silam, masalah klasik wanita lain lebih cantik ketimbang istri sendiri sudah bermunculan.

Lantas, apa penyebabnya?. Atau amalan apa yang bisa membuat istri menjadi wanita paling cantik?.

Dilansir PortalMadura.Com , Senin (12/8/2019) dari laman Okezone.com , menyikapi masalah tersebut membuat Imam Syafi’i merumuskan tips untuk para suami.

Ia menyampaikan, ketika istri terlihat sudah kurang cantik dan tidak menggairahkan lagi, sebenarnya itu terletak pada lelakinya. Maksudnya, hal tersebut hanyalah masalah pandangan semata. Ada sebuah kisah atau kejadian terkait masalah tersebut.

Kisahnya, ada seorang suami yang datang menemui Imam Syafii. Dia bertanya kepada sang imam “Wanita yang aku nikahi itu pertama kali cantik dan menggairahkan. Tapi kenapa sekarang kecantikannya hilang, tidak menggairahkan?”.

Mendengar hal tersebut, Imam Syafi’i hanya tersenyum. Dengan nada bertanya sang Imam pun berkata, apakah engkau ingin istrimu kembali cantik dan menggairahkan?. Lelaki itu pun langsung mengiyakan pertanyaan sang Imam.

Imam Syafi’i pun memberikan saran agar lelaki tadi menundukan pandangannya dari seluruh wanita yang bukan muhrimnya selama satu bulan lamanya. Kemudian lelaki itu pun mematuhi nasihat yang diberikan.

Satu bulan kemudian laki-laki tadi bertemu Imam Syafi’i kembali. Imam Syafi’i pun bertanya “Bagaimana sekarang?. Apakah istrimu sudah kelihatan cantik?”.

Laki-laki itu berkata dengan bangga,”Masya Allah wahai Imam, sungguh tidak ada wanita cantik dan menggairahkan selain istriku”.

Akhirnya Imam Syafi’i memberikan penjelasan. “Sebenarnya istrimu tidak berubah. Namun ketika kamu menjadi laki-laki yang sering melabuhkan pandangan kepada wanita-wanita yang tidak halal. Ketika itu, Allah mencabut kenikmatan pandanganmu melihat yang halal. Ketika Allah mencabut kepadamu kenikmatan melihat yang halal itulah kenapa kamu melihat istrimu menjadi biasa”.

“Akan tetapi ketika kamu meninggalkan pandangan yang haram. Lalu kemudian kamu hanya menikmati pada pandangan yang halal (istrimu), di situlah kamu akan mendapati kenikmatan istrimu kembali”.

Maksud dari cerita itu maka bisa ditarik kesimpulan bahwa pandangan itu harus ditempatkan pada tempat yang tepat. Jika dari pandangan saja Anda sudah salah, maka hal lain pun akan berubah menjadi salah.

Sementara itu, Kiai Achmad Ikrom, selaku pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Nahdatul Ulama (PPMNU) bogor, memberikan pesan untuk para lelaki yang belum menikah ataupun yang sudah menikah.

“Kalau belum berkeluarga ya sering berpuasa. Kalau sudah berkeluarga ya tidak usah main hati ke yang lain. Secara umum perbanyak ibadah dan zikir,” pesannya.

Jadi, syukurilah apa yang Anda miliki, selama itu adalah milik Anda, maka rawatlah dan jaga dia baik-baik. Perhiasan itu tidak akan menjadi indah selama pemiliknya tidak merawat dengan sepenuh hati. Tundukkan kepalamu dan fokus pada apa yang dimiliki. Wallahu A’lam .