Idul Adha merupakan salah satu hari raya Islam yang dirayakan setiap tanggal 10 Zulhijah. Dinamakan dengan Idul Adha karena pada saat itu umat Islam merayakan hari kegembiraan karena pada waktu tersebut umat Muslim dianjurkan untuk berkurban. Id dalam bahasa Arab bermakna ‘hari raya’, sementara al- adha bermakna ‘berkurban’.

Sholat Idul Adha disyariatkan pertama kali pada tahun ke-2 Hijriah. Adapun hukum melaksanakannya adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Semenjak disyariatkan, Rasulullah saw. tidak pernah meninggalkan sholat Idul Adha ini. Sholat Idul Adha sangat dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah.

Sementara itu, waktu sholat Idul Adha dapat dilakukan semenjak matahari terbit. Namun, lebih utama sholat ini dilakukan 16 menit setelah matahari terbit. Jika matahari terbit pada pukul 06.00 misalnya, maka sholat Idul Adha dianjurkan dilakukan pada pukul 06.16.

Adapun batas akhir melakukan sholat Idul Adha adalah setelah masuknya waktu sholat Zuhur. Sholat Idul Adha terdiri atas dua rakat. Sholat Idul Adha dianjurkan dilaksnakan di lapangan terbuka bila masjid tidak mencukupi untuk umat Muslim setempat.

1. Niat Sholat Idul Adha bagi Imam/Makmum

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى إِمَامًا لِلّهِ تَعَــــالَى

Usholli rak’ataini sunnatan li ‘idil adha imaman lillahi ta’ala.

“Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi imam karena Allah ta’ala.”

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَــــالَى

Usholli rak’ataini sunnatan li ‘idil adha ma’muman lillahi ta’ala.

“Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.”

1. Takbiratul Ihram

Di sini, makmum mengangkat tangan sambil mengucapkan Allahu akbar. Makmum melakukan takbiratul ihram setelah imam melakukannya.

1. Bersedekap dan Membaca Doa Iftitah

Setelah takbir, imam dan makmum menyedekapkan kedua tangannya di bagian perut dan atas pusar sambil membaca doa iftitah berikut.

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

Allohu akbar kabiro wal hamdu lillahi katsiro, wa subhanallohi bukrotaw wa ashila inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharos samawati wal ardho hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin. Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi robbil ‘alamin. La syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.

1. Membaca Takbir Tujuh Kali pada Rakaat Pertama

Setelah Imam selesai membaca doa iftitah, pada rakaat pertama disunahkan membaca takbir sebanyak tujuh kali sambil mengangkat kedua tangan seperti takbiratul ihram dan membaca allahu akbar setiap kali mengangkat tangan sampai telinga. Makmum pun dianjurkan melakukan takbir sebanyak tujuh kali dengan cara mengikuti imam. Setiap kali takbir, disunahkan membaca zikir berikut.

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar

1. Imam Membaca Surah Alfatihah, Makmum Mendengarkan

Setelah selesai membaca takbir tujuh kali pada rakaat pertama, imam wajib membaca surah Alfatihah, dan makmum disunahkan mendengarkan bacaan Alfatihah imam.

1. Imam Membaca Surah, dan Makmum Membaca Alfatihah

Saat imam sudah selesai membaca surah Alfatihah, maka baginya disunahkan membaca salah satu surah atau ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an. Saat imam sedang membaca surah, maka makmum diwajibkan membaca surah Alfatihah. Bila makmum sudah selesai membaca Alfatihah, dan imam masih membaca surah, maka makmum disunahkan mendengarkan bacaan surah imam.

Bismillahir rohmanir Rohim (1) alhamdu lillahi robbil ‘alamin (2) arrohmanir rohim (3) maliki yaumid din (4) iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (5) ihdinas shirotol mustaqim (6) shirotol ladzina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdubi ‘alaihim wa lad dhollin (7)

1. Ruku’

Selesai membaca surah, lalu kedua tangan diangkat setinggi telinga dan membaca allahu akbar. Kemudian badan dibungkukkan, kedua tangan memegang lutut sambil ditekan. Usahakan antara punggung dan kepala supaya sejajar dan rata. Setelah sempurna, kemudian membaca doa ruku’ ini sebanyak tiga kali:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal ‘azhimi wa bi hamdih (3x)

1. I’tidal

Setelah selesai ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca zikir i’tidal berikut:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهْ

Sami‘allahu li man hamidah

1. Bacaan Doa I’tidal

Setelah berdiri tegak saat I’tidal, dianjurkan membaca doa berikut:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

R o bbana lakal hamdu mil’us samawati wa milul ardhi wa mil’u ma syi’ta min syain ba’du

1. Sujud Pertama

Selesai i’tidal lalu sujud dengan cara meletakkan dahi pada sajadah. Ketika turun dari berdiri I’tidal ke sujud dianjurkan sambil membaca allahu akbar, dan saat sudah sujud dianjurkan membaca doa berikut:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلىَ وَبِحَمْدِهْ

Subhana rabbiyal a’la wa bi hamdih (3x)

1. Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud lalu bangunlah sambil membaca allahu akbar untuk duduk, dan saat duduk dianjurkan membaca doa berikut:

رَبِّ اغْفِرْلِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنيِ وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Robbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa’afini wa’fu ‘anni

1. Sujud Kedua

Setelah selesai melakukan duduk di antara dua sujud, lakukanlah sujud sambil membava allahu akbar, dan saat sudah sujud membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهْ

Subhana rabbiyal a’la wa bi hamdih (3x)

1. Rakaat Kedua

Setelah selesai sujud kedua, kembali berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua sambil membaca allahu akbar Pada rakaat kedua, imam langsung membaca zikiran Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar sebanyak lima kali, dan makmum mengikutinya setiap satu kali imam selesai membacanya. Setelah itu, imam membaca surah Alfatihah, surah Al-Qur’an, dan seterusnya hingga sujud kedua dengan tata cara yang sama pada rakaat pertama.

1. Tahiyat Akhir

Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduklah dengan kaki bersilang sambil membaca allahu akbar. Usahakan pantat menempel di alas sholat, dan kaki kiri dimasukkan ke bawa kaki kanan, jari-jari kaki kanan tetap menekan ke kiri alas sholat. Adapaun doa yang dibaca saat Tahiyat Akhir adalah sebagai berikut:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ الَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ اللهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

“Attahiyyatul mubarokatush sholawatut toyyibatu lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokatuh. Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish sholihin.

Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluh. Allahumma sholli ‘ala muhammadin wa ‘ala ali muhammadin kama shollaita ‘ala ibrohima wa ‘ala ali Ibrohim, wa barik ‘ala muhammadin wa ‘ala ali muhammadin kama barokta ‘ala ibrohima wa ‘ala ali ibrohim innaka hamidum majid .

Allohumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannama, wa min ‘adzabin nar, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal. Allahummagh firli ma qoddamtu wa ma akh-khortu, wa ma asrortu wa ma a’lantu, wa maa asyroftu wa ma anta a’lamu bihi minni, antal muqoddimu wa antal mu’akh-khiru, la ilaha illa anta .

Pada saat sampai membaca Asyhadu alla ilaha illallah , disunahkan jari telunjuk diangkat hingga lurus seperti angka satu.

1. Salam

Selesai membaca tahiyat akhir, kemudian salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri sambil mebaca:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Assalamu’alaikum wa r o hmatulloh

1. Khotbah Idul Adha

Khotbah Idul Adha dilakukan sama sebagaimana khotbah sholat Jumat, yaitu sebanyak dua kali khotbah. Namun, pada khotbah pertama Idul Adha dianjurkan membaca takbir sebanyak sembilan kali, dan khotbah kedua membaca takbir sebanyak tujuh kali. Saat imam sedang khotbah, makmum dianjurkan untuk mendengarkan khotbah terlebih dahulu, dan tidak disarankan membubarkan diri sebelum imam selesai khotbah.

Tulisan ini sudah dipublikasikan di Aplikasi Berkah