BincangSyariah.Com – Imam Nawawi dalam al-Azkar menjelaskan saat melakukan perjalanan dari Mina menuju Arafah, disunnahkan membaca doa:

اللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ وَوَجْهَكَ الْكَرِيمَ أّرَدْتُ فَاجْعَلْ ذَنْبِي مَغْفُورًا وَحَجِّي مَبْرُورًا وَارْحَمْنِي وَلَا تُخَيِّبْنِي إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٍ

Allahumma ilaika tawajjahtu wawajhakal kariim aradtu faj’al dzanbii maghfuuran wahajjii mabruuran warhamnii walaatukhayyibnii innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir

Artinya; Ya Allah, kepada-Mu aku bertawajjuh dan Engkau Maha Mulia aku berharap maka jadikanlah dosaku ampunan, hajiku haji yang mabrur, ampunilah aku, dan janganlah kecewakan aku, sungguh Engkau atas segala sesuatu Maha Kuasa.

Kemudian bertalbiyah, membaca al-Quran dan memperbanyak zikir dan doa;

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar

Artinya; Wahai Tuhan kami, anugerahi kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari api neraka.